Teduh berawal dari pertanyaan sederhana: apakah jalur tercepat selalu menjadi pilihan terbaik untuk sebuah perjalanan? Di tengah panas perkotaan, perjalanan singkat pun dapat terasa melelahkan ketika jalur yang dilalui minim perlindungan dari matahari. Kami ingin membantu pengguna mempertimbangkan keteduhan saat memilih jalan. Dari kebutuhan tersebut, kami mengembangkan Teduh, aplikasi navigasi berbasis web untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, dengan studi kasus koridor Sudirman–Gelora Bung Karno. Teduh menawarkan dua pilihan: rute reguler yang memprioritaskan estimasi waktu tempuh dan rute nyaman yang mempertimbangkan estimasi bayangan serta karakter jalan. Pengguna dapat membandingkan jarak, waktu, dan persentase bayangan sebelum menentukan perjalanan. Kami memanfaatkan data jalan, bangunan, pohon, dan fasilitas dari OpenStreetMap melalui Overpass API. SunCalc menghitung posisi matahari berdasarkan lokasi dan waktu, sedangkan Turf.js membantu analisis geometri untuk memperkirakan bayangan. Algoritma Dijkstra digunakan dalam pencarian jalur dengan pembobotan berbeda. Pada pencarian berbasis OSM, tambahan jarak rute nyaman dibatasi maksimal 35% dari rute reguler agar kenyamanan tetap dipertimbangkan bersama efisiensi. Melalui antarmuka React dan Leaflet, pengguna dapat mencari tujuan, menggeser titik perjalanan, serta memilih waktu secara manual atau menggunakan mode “Sekarang”. Informasi cuaca kawasan dari Open-Meteo, GPS opsional untuk titik awal dan estimasi sisa perjalanan, serta layer fasilitas berteduh dan titik air minum melengkapi proses perencanaan. Tantangan utama kami adalah mengolah data terbuka yang kelengkapannya beragam menjadi informasi yang berguna tanpa memberikan kepastian berlebihan. Proyeksi bayangan Teduh merupakan model estimasi; sebagian tinggi bangunan dan pohon menggunakan asumsi. Informasi cuaca mewakili kawasan, sementara akses dan ketersediaan fasilitas belum diverifikasi langsung. Karena itu, kami menyampaikan batasan tersebut dalam aplikasi dan menempatkan validasi lapangan sebagai langkah pengembangan berikutnya. Melalui Teduh, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi geospasial dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih memperhatikan lingkungan. Sejalan dengan SDG 11 dan SDG 13, kami berharap proyek ini dapat mendukung mobilitas perkotaan yang lebih nyaman dan adaptif terhadap panas kota.

Built With

Share this project:

Updates

Submission history