Inspiration
Proyek ini terinspirasi dari peran mulia bank sampah yang menjadi solusi untuk mendukung ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular bertujuan meminimalkan residu, dan mengelola sisa sampah dengan bijak agar tidak mencemari lingkungan. Bank sampah juga berperan dalam menerapkan prinsip 5R, terutama dalam menangani sampah yang telah lama menjadi masalah berkepanjangan di Indonesia. Kehadiran bank sampah diharapkan dapat mengatasi penumpukan sampah di TPA, yang terjadi karena minimnya upaya pengolahan sampah oleh masyarakat. Sayangnya, banyak bank sampah yang masih beroperasi secara mandiri dan sering menghadapi kendala dalam operasional bisnis, terutama dalam pencatatan data. Padahal, data sangat krusial untuk kesuksesan bisnis, bahkan dianggap sebagai ‘new oil’ di era digital ini. Sebagian besar bank sampah, khususnya di wilayah tim kami, belum sepenuhnya mengadopsi teknologi digital. Akibatnya, kegiatan pencatatan data masih dilakukan secara manual, yang sangat menghambat kemajuan operasional mereka.
What it does
Proyek ini diinisiasi berdasarkan hasil riset pengguna dari seorang kader lingkungan berprestasi di Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. Beliau menginisiasi pembentukan bank sampah unit skala RT di kelurahan tersebut, dan saat ini sudah ada 70 bank sampah unit yang aktif beroperasi. Namun, tim kami memfokuskan studi kasus pada Bank Sampah Kawan di RT 6 RW2.
Permasalahan operasional bisnis bank sampah di Mojo cukup kompleks. Namun, yang menjadi perhatian utama adalah kebutuhan mereka untuk bertransformasi secara digital, khususnya dalam transaksi antara bank sampah dan nasabah. Selain itu, ada juga kebutuhan untuk memberikan solusi digital yang dapat meningkatkan motivasi nasabah dalam menyetorkan sampah ke bank sampah.
Maka dari itu, kami menghadirkan WANIGO!, aplikasi mobile yang dirancang untuk memfasilitasi Bank Sampah dan nasabah dengan versi aplikasi yang terpisah.
WANIGO! Aplikasi untuk Nasabah
WANIGO! dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah dalam mengakses layanan digital Bank Sampah. Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengelola sampah mereka secara efisien. Berikut adalah fitur utama dalam aplikasi WANIGO!:
Autentikasi Akun Multi-Peran
Menyediakan fitur autentikasi untuk pengguna dengan berbagai peran sesuai dengan kebutuhan aplikasi.Manajemen Profil Pengguna
Memfasilitasi pengguna untuk mengelola dan memperbarui profil mereka dengan mudah.Edukasi Sampah
Menyediakan informasi yang jelas dan terpercaya mengenai pengelolaan sampah, meningkatkan kesadaran dan pemahaman nasabah.Jadwal Sampah
Menyediakan fitur jadwal untuk membantu nasabah mengingat waktu yang tepat untuk memilah dan menyetorkan sampah mereka ke bank sampah.Pencarian Bank Sampah
Mempermudah nasabah untuk mencari bank sampah terdekat berdasarkan lokasi mereka.Registrasi Nasabah
Menyediakan fitur yang memudahkan proses pendaftaran nasabah baru tanpa harus datang langsung ke bank sampah.Setoran Sampah
Memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi setoran sampah secara digital, mengurangi ketergantungan pada metode fisik seperti buku tabungan.Tabungan Sampah
Memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mengakses dan memantau saldo tabungan sampah mereka tanpa harus datang ke lokasi bank sampah.Laporan Sampah
Menyediakan laporan transaksi setoran sampah yang dapat dengan mudah diakses dan dipahami melalui visualisasi data.Peringkat Performa Nasabah
Memberikan peringkat berdasarkan performa nasabah dalam melakukan setoran sampah untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan.
WANIGO! Aplikasi untuk Bank Sampah
WANIGO! MITRA dirancang untuk memenuhi kebutuhan Bank Sampah Unit dan Induk dalam digitalisasi operasional usaha bank sampah. Aplikasi ini memfasilitasi pengelolaan transaksi sampah, mencatat jenis sampah yang diterima, serta melaporkan hasil pengelolaan sampah secara efisien. Berikut adalah fitur utama dalam aplikasi WANIGO! MITRA:
Autentikasi Akun Multi-Peran
Menyediakan fitur autentikasi untuk akun dengan berbagai peran sesuai kebutuhan pengelolaan bank sampah.Profil Usaha
Memfasilitasi pengelolaan dan pembaruan profil usaha bank sampah secara digital.Item Sampah
Memudahkan pengelolaan dan pencatatan jenis sampah yang diterima oleh bank sampah.Manajemen Transaksi Pembelian Sampah
Menyediakan fitur untuk mengelola transaksi pembelian sampah dari nasabah dengan lebih efisien.Manajemen Transaksi Penjualan Sampah
Mempermudah pengelolaan transaksi penjualan sampah yang diolah oleh bank sampah.Manajemen Kas Usaha
Menyediakan fitur untuk mengelola kas usaha bank sampah, termasuk transaksi keuangan yang terjadi.Laporan Sampah
Menyediakan laporan pengelolaan sampah yang lebih efisien dan terintegrasi untuk kemudahan analisis.Manajemen Nasabah
Memfasilitasi pengelolaan data nasabah dengan lebih mudah dan terstruktur.Manajemen Profil
Fitur pendukung untuk pengelolaan profil aplikasi secara umum.
How We Built It
WANIGO! dikembangkan dengan menggunakan pendekatan Agile Software Development yang dipadukan dengan prinsip Design Thinking. Pendekatan ini memungkinkan tim untuk bekerja secara iteratif dan fleksibel, berfokus pada pengembangan aplikasi yang dapat dengan cepat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dan masukan langsung dari pengguna. Dengan menggunakan metode ini, setiap fase pengembangan dilakukan dalam siklus pendek, memungkinkan tim untuk merespons feedback pengguna secara real-time dan mengoptimalkan fitur aplikasi secara berkelanjutan.
Arsitektur Sistem
Arsitektur sistem WANIGO! dibangun dengan komponen-komponen teknologi yang saling terintegrasi dan mendukung performa serta skalabilitas aplikasi. Berikut adalah komponen utama dari sistem:
Backend:
Untuk pengelolaan data dan logika aplikasi, kami menggunakan Laravel sebagai framework PHP untuk membangun REST API yang handal dan aman. Laravel dipilih karena kemudahan penggunaannya dan kemampuannya untuk menangani tugas-tugas backend yang kompleks seperti autentikasi pengguna, manajemen data, dan pengelolaan transaksi. API yang dibangun menggunakan Laravel memungkinkan aplikasi mobile untuk berkomunikasi dengan server dengan cepat dan efisien.Mobile Development:
Aplikasi mobile WANIGO! dibangun menggunakan Flutter, sebuah framework open-source dari Google yang memungkinkan pengembangan aplikasi natively compiled untuk Android dan iOS dengan satu kode dasar. Flutter memungkinkan pengembangan aplikasi yang cepat, tampilan yang menarik, dan pengalaman pengguna yang konsisten di berbagai platform. Dengan Flutter, tim dapat mengembangkan fitur secara efisien dan memastikan aplikasi tetap ringan serta responsif.State Management:
Untuk pengelolaan status aplikasi yang lebih efisien dan terstruktur, kami menggunakan GetX sebagai state management di Flutter. GetX dipilih karena kemampuannya untuk mengelola state secara reaktif dan performa tinggi, serta kemudahan integrasinya dengan Flutter. Dengan GetX, tim dapat memastikan aplikasi tetap lancar meskipun ada banyak transaksi data yang perlu dikelola dalam waktu nyata.Interface Design:
Untuk desain antarmuka pengguna (UI), kami menggunakan Figma sebagai alat desain. Figma memungkinkan kolaborasi tim desain dengan mudah, sehingga desainer, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya dapat berkolaborasi secara real-time. Dengan Figma, kami dapat merancang antarmuka aplikasi yang menarik dan intuitif, serta melakukan perubahan desain secara cepat berdasarkan feedback pengguna dan kebutuhan bisnis.
Pengujian dan Validasi Pengguna
Selama proses pengembangan, kami melakukan pengujian yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa setiap fitur berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengujian dilakukan baik pada tingkat unit (unit testing) untuk setiap komponen aplikasi, maupun pada tingkat integrasi untuk memastikan semua bagian sistem bekerja bersama dengan lancar. Selain itu, feedback dari pengguna juga sangat dihargai, dan kami terus mengimplementasikan perbaikan berdasarkan hasil dari uji coba pengguna di setiap iterasi.
Dengan pendekatan yang berfokus pada pengguna dan teknologi yang terintegrasi dengan baik, kami yakin WANIGO! akan memberikan solusi digital yang efektif bagi Bank Sampah dan nasabah, mempermudah pengelolaan sampah, serta meningkatkan efisiensi operasional bank sampah di berbagai daerah.
Challenges we ran into
Selama pengembangan proyek WANIGO!, kami menghadapi berbagai tantangan, baik yang terkait dengan penemuan studi kasus hingga masalah teknis yang perlu diselesaikan di setiap tahap pengembangan.
1. Penemuan Studi Kasus
Awalnya, kami kesulitan menemukan studi kasus yang tepat untuk proyek ini. Namun, berkat bantuan dosen kami, akhirnya kami mendapatkan studi kasus yang relevan di Kelurahan Mojo, terkait dengan masalah operasional bank sampah. Ini menjadi tantangan awal yang berhasil kami atasi, karena kami dapat berfokus pada permasalahan nyata di lingkungan sekitar yang dapat diselesaikan dengan solusi digital.
2. Pemilihan Nama Aplikasi
Menyiapkan nama aplikasi WANIGO! juga memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Kami ingin nama yang tidak hanya mudah diingat, tetapi juga memiliki filosofi yang mendalam. Proses pencarian nama yang tepat, yang dapat mencerminkan tujuan dan nilai-nilai aplikasi, merupakan tantangan tersendiri.
3. Desain Antarmuka Pengguna
Selama merancang desain antarmuka aplikasi, kami sering kali menghadapi kendala kreatif yang berujung pada creative block. Menyusun tampilan aplikasi yang menarik dan user-friendly bukanlah hal yang mudah, apalagi ketika harus mempertimbangkan fungsionalitas yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Namun, dengan kerja keras dan revisi yang berkelanjutan, akhirnya kami berhasil menyelesaikan desain yang sesuai.
4. Masalah Teknis dalam Pengembangan
Pada fase pengembangan teknis, kami menghadapi berbagai tantangan teknis yang cukup menguji kesabaran:
Penyusunan REST API: Ketika menyiapkan REST API menggunakan Laravel, kami sering mengalami kendala teknis yang mempengaruhi waktu pengembangan. Meskipun demikian, kami berhasil menyelesaikan masalah ini dengan melakukan debugging dan mencari solusi yang lebih efisien.
Penyusunan UI: Dalam proses slicing UI untuk aplikasi, beberapa komponen UI yang kami inginkan sulit ditemukan dalam bentuk library yang sesuai. Ini menambah tantangan desain, namun kami berhasil menciptakan alternatif dengan memodifikasi elemen-elemen yang ada.
Integrasi API di Frontend: Mengintegrasikan REST API dengan frontend menggunakan Flutter dan GetX juga tidak tanpa masalah. Kami menghadapi beberapa kendala teknis, terutama dalam hal pengelolaan state dan integrasi data secara real-time. Namun, berkat percakapan intens dengan tim dan beberapa eksperimen, kami dapat menyelesaikan masalah tersebut.
5. Solusi dan Penyelesaian
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik dalam penemuan studi kasus, desain, maupun pengembangan teknis, kami berhasil mengatasi semua hambatan tersebut melalui kolaborasi yang erat dalam tim dan bantuan dari dosen serta pengalaman sebelumnya. Setiap tantangan yang kami hadapi memberikan pelajaran berharga yang membantu kami untuk lebih siap menghadapi masalah serupa di masa depan.
Accomplishments that we're proud of
Pencapaian yang paling membanggakan bagi kami justru terletak pada langkah awal yang kami ambil, yaitu memastikan bahwa solusi yang kami kembangkan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu, kami melakukan riset pengguna guna memastikan bahwa produk yang akan kami kembangkan sesuai dengan kebutuhan dan dapat menyelesaikan masalah yang ada. Puji syukur, kami berhasil menemukan mitra yang tepat, dan dari produk yang kami buat, yaitu WANIGO!, menjadi pencapaian besar bagi kami. Sebelumnya, kami belum pernah membuat aplikasi yang ditargetkan untuk digunakan oleh sekelompok usaha atau masyarakat dengan lingkup yang begitu kompleks. Aplikasi ini harus dapat menangani multiple role dan memiliki versi yang terpisah, yang tentu saja merupakan tantangan besar. Bagi kami, ini adalah pencapaian yang luar biasa dan sangat membanggakan.
What we learned
Hal yang kami pelajari adalah bahwa proses mengembangkan solusi yang solutif dan inovatif harus dimulai dari permasalahan nyata yang dihadapi oleh masyarakat, dan harus mampu menjawab kebutuhan pengguna dengan sebaik-baiknya. Kecanggihan teknologi bukanlah patokan utama untuk menentukan apakah sebuah produk dapat memberikan solusi terbaik. Contohnya, Gojek sebelum menawarkan aplikasi mobile, memulai dengan MVP berupa layanan ojek online yang disediakan lewat Google Form dan dilayani melalui chat WhatsApp. Hal ini menunjukkan bahwa penting untuk menilai kecocokan produk dengan kebutuhan pengguna, dimulai dari hal yang paling sederhana. Produk itu sendiri berkembang secara iteratif, dan dengan adanya umpan balik dari pengguna, kami dapat terus mengembangkannya menjadi makin baik dari versi sebelumnya.
What's next for WANIGO!
Kami telah menyusun rencana jangka panjang untuk WANIGO! agar usaha kami tetap berkelanjutan. Kami akan terus melakukan pembaruan produk berdasarkan hasil uji kegunaan (usability testing) dan pengujian lainnya, dengan tujuan untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang semakin baik. Selain itu, kami juga berusaha untuk memperluas dampak kami, tidak hanya di Kelurahan Mojo, tetapi juga di kelurahan-kelurahan lain, bahkan di kota-kota selain Surabaya. Kami menargetkan untuk mencapai 1.400 pengguna, yang kami estimasikan dari total nasabah per RT, dengan adanya 70 RT di Kelurahan Mojo yang memiliki bank sampah dan aktif beroperasi.
Log in or sign up for Devpost to join the conversation.