Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari hari, kita tidak tahu bahwa bahaya bisa datang kapan saja entah itu kita yang mengalami sendiri ataupun orang-orang disekitar kita. Sehingga kami menyadari bahwa sangat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dengan memiliki dan mengetahui kontak darurat. Namun tingkat kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sangatlah kurang dalam hal sederhana tersebut.

Hasil wawancara kami terhadap beberapa subjek, kami mendapatkan bahwa hanya 1 dari 5 orang saja yang memiliki kontak darurat itupun karna kontak tersebut merupakan kontak kerabatnya. Selain itu, dari hasil wawancara kami menemukan bahwa orang orang yang kami wawancarai pernah melihat maupun mengalami kejadian situasi darurat namun tidak tahu harus menghubungi siapa ataupun meminta bantuan kepada siapa. Ketika ditanya kenapa tidak menyimpan kontak darurat, ada yang menjawab karna tidak tahu dimana untuk menemukan kontak darurat tersebut selain itu ada juga yang menjawab karna merasa tidak terlalu membutuhkan. Namun faktanya dengan memiliki kontak darurat bisa saja menyelamatkan hidup anda maupun orang orang disekitar anda.

Tujuan dan Hasil yang Ingin di capai

Tujuan : Menciptakan layanan yang dapat mempermudah masyarakat dalam menemukan dan melaporkan kejadian disituasi darurat .

Hasil : Kami berharap tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan dalam menemukan kontak darurat maupun melaporkan kejadian disituasi darurat.

Metode Pencapaian tujuan

Metode yang kami gunakan adalah metode Desain Thinking, adapun tahapannya sebagai berikut :

1. Emphatize Pada tahap ini kami melakukan wawancara kepada beberapa orang terkait tema yang akan kami angkat, wawancara kami lakukan secara online. Sebelumnya kami telah menyiapkan beberapa pertanyaan terkait topik yang akan kami bawa, adapun tujuan wawancara kami adalah untuk menemukan apa saja kesulitan dan masalah masalah yang dialami oleh User.

2. Define Setelah melakukan proses emphatize, kami kemudian berdiskusi dan mengumpulkan hasil hasil wawancara yang kami dapatkan lalu menganalisis hasil wawancara tersebut hingga akhirnya kami menentukan apa masalah utama yang dihadapai (problem statment).

3. Ideate Tahap selanjutnya adalah ideate dimana kami mencari alternatif ide yang dapat menyelesaikan problem statment. Di tahap ini juga kami mencari ide ide tentang fitur apa saja yang diperlukan dalam produk yang akan kami buat.

4. Prototype Di tahap ini kami membuat costumer journey map, kami juga membuat prototype versi awal dari ide yang telah kami bahas. Prototype versi awal tersebut yang nantinya kami gunakan pada tahap testing.

5. Test Kami mengujikan prototype versi awal kami kemudian mengumpulkan feedback dari User untuk di evaluasi kekurangan dan kelebihannya. Hasil feedback tersebut kami gunakan untuk mengembangkan final dari prototype U-SAFE.

Target Pengguna

Kami menargetkan masyarakat secara umum, dari usia remaja hingga lansia yang membutuhkan dan memiliki akses terhadap produk kami.

Batasan Produk

Produk kami terbatas hanya menangani situasi darurat yang membutuhkan bantuan dari pihak rumah sakit, kepolisian, DAMKAR dan BASARNAS.

Platform yang digunakan

  • Proses Design : Figma, Miro, Artboard studio, Inshoot
  • Meeting Anggota : WhatsApp, Google meet, Zoom
  • Wawancara dan Testing : Google meet, Zoom, Discord, Prototype Figma

Skenario penggunaan rancangan produk

Skenario yang digunakan : Anda sedang ingin keluar untuk sekedar berjalan jalan, ketika dalam perjalanan anda melihat kecelakaan sehingga anda berhenti untuk melihatnya kemudian anda berinisiatif untuk membantunya dengan cara menelpon pihak rumah sakit terdekat untuk datang dan segera memberikan pertolongan dan kemudian ingin melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian.

Metode dan Hasil User Testing

Pada tahap testing, kami menggunakan beberapa tahapan yakni :

  1. Test Preparation yaitu kami menyiapkan prototype , beberapa pertanyaan dan juga mendeskripsikan skenario yang akan digunakan tester pada saat interview.
  2. Conducting The Test. Pada tahapan ini kami menetukan 3 peran yaitu : moderator , observer , dan tester.
  3. Testing Prototype. Pada saat melakukan test kami menggunakan semi-structured interview, kami memberikan tester akses untuk menguji atau mencoba prototype kami.
  4. Document results. Tahapan ini kami membuat feedback-grid yang berisikan like , wishes, question, dan ideas yang kita dapatkan dari pihak yang kita wawancarai langsung. Setelahnya kami mengelompokkan dan membuat prioritas mana fitur yang sudah baik dan mana yang masih harus diperbaiki dari prototype kami

Hasilnya, kami menemukan masih banyak kekurangan dari efektifitas fitur dan desain. Dari hasil tersebut kami kemudian memberbaiki prototype kami dan menyelesaikannya menjadi prototype final (high-fidelity)

Kesimpulan

Situasi darurat adalah merupakan suatu kondisi atau keadaan dimana keadaan ini cenderung atau berpotensi membahayakan, oleh karena itu masyarakat harus memberikan perhatian lebih bagaimana menghadapi jika terjadi situsi tersebut. Karena itu, U-Safe hadir memberikan rasa aman dengan menyediakan layanan/ aplikasi yang dapat mempermudah akses informasi dan pelaporan di situasi darurat.

Built With

  • artboard
  • figma
  • inshoot
  • miro
Share this project:

Updates