Latar Belakang Masalah

Pada era ini, dimana kesehatan menjadi hal yang sangat penting. Orang - orang semakin tersadar akan pentingnya memantau kesehatan secara rutin tetapi tetap mudah dan praktis sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu cara paling mudah untuk memantau kesehatan atau kondisi tubuh setiap harinya secara praktis ialah dengan menggunakan oximeter. Oximeter ialah alat yang dapat mengukur detak jantung dan saturasi oksigen dari seseorang. Dengan alat ini seseorang dapat mengetahui gambaran awal kondisi tubuhnya. Tetapi jika seseorang ingin mengetahui perkembangan kondisi tubuhnya secara rutin maka perlu dilakukan pengukuran secara berkala dan menyimpan riwayat hasil pengukuran. Dengan alat oximeter yang konvensional tidak dapat menyimpan riwayat hasil pengukuran walaupun memiliki akurasi yang tinggi, disisi lain terdapat alat oximeter yang terdapat pada smartwatch dapat terintegrasi dengan sebuah aplikasi tetapi tidak memilki akurasi yang baik. Sehigga proyek ini tercipta untuk membuat sebuah oximeter yang tetap akurat seperti oximeter konvensional dan dapat terhubung dengan mudah kesebuah aplikasi layaknya smartwatch.

Tujuan dan hasil yang akan dicapai

Menemukan solusi agar bisa merekam hasil medis dari alat oximeter konvensional yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi tanpa harus bersusah payah mencatat secara manual atau mengingat-ngingat.

Metode pencapaian tujuan

proyek ini menggunakan metode design thinking yang terdiri 5 tahap :

Empathize : Tahap pertama, kami melakukan user interview kepada beberapa calon user yang sesuai dengan kriteria proyek kami. Kami melakukan interview untuk mendapat pemahaman yang lebih baik berdasarkan 5W+1H dari project idea awal yang kami miliki yang selanjutkan akan dievaluasi untuk pengembangan lebih lanjut

Define : Selanjutnya pada tahap ini kami mengumpulkan semua informasi yang diperoleh dari interview pada tahap empathize dan membuat persona, empathy mapping, product need statement, dan stackholder map berdasarkan hasil interview yang sudah dilakukan.

Idate : Pada tahapan ini, kami melakukan brainstorming untuk mengumpulkan ide – ide yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang sudah didefinisikan pada tahap Define dan setelah ide-ide terkumpul kami mendiskusikan lebih lanjut untuk memprioritaskan ide yang akan dieksekusi berdasarkan permasalahan yang user alami

Prototyping : Tahapan ini kami mengimplementasikan ide-ide dari hasil brainstorming yang sudah kami prioritaskan dan membuat user flow dan tampilan aplikasi sesuai dengan kebutuhan user.

Testing : Tahap terakhir, kami melakukan testing desain dan user flow yang telah dibuat sebelumnya kepada user, lalu kami meminta feedback terhadap user tersebut. Pada saat melakukan testing kami menyiapkan skenario yang harus dilakukan oleh user dan dilanjutkan dengan wawancara untuk memperoleh feedback yang bisa menjadi bahan evaluasi untuk proyek ini.

Target Pengguna

Pengguna Oximeter Rutin (bisa yang menderita penyakit tertentu, rutin olahraga, alumni covid, dsb.)

Batasan Produk

Alat kami dapat digunakan untuk mengukur detak jantung dan saturasi oksigen. Sedangkan untuk aplikasi kami dapat digunakan sebagai perekam hasil pengukuran dengan alat kami disertai beberapa rekomendasi berdasarkan pengukuran yang sudah dilakukan

Platform yang digunakan

Pada tahap design thinking kami menggunakan platform Miro, kemudian dalam mendesain prototype dan melakukan testing kepada user kami menggunakan platform Figma.

Skenario penggunaan rancangan produk

Alat dan aplikasi ini dapat digunakan oleh para pengguna oximeter rutin untuk mengukur detak jantung dan saturasi oksigen. Alat yang dirancang memliki bentuk seperti smartwatch sehingga mudah digunakan dan pada saat melakukan pengukuran alatnya dapat terhubung dengan smartphone user untuk mengirim hasil pengukuran ke aplikasinya. Didalam aplikasi tersebut dapat melihat riwayat hasil pengukuran berserta visualisasinya dan rekomendasi untuk user tersebut.

Metode dan Hasil User Testing

Dalam melakukan user testing, kami menjelasan terlebih dahulu mengenai cara kerja alat Oximeter dan aplikasi kami sebelum melakukan testing, selanjutnya kami memberi waktu kepada user untuk mencoba sendiri aplikasi kami dari platform figma dan selajutnya kami memberi beberapa pertanyaan mengenai testing yang telah dilakukan user. Dari pertanyaan yang disampaikan banyak dari user memberikan tanggapan untuk tampilan aplikasinya sudah mudah dan menarik untuk digunakan tetapi ada beberapa feedback yang diberikan seperti menambah opsi untuk mengganti bahasa ke bahasa indonesia atau memperjelas intruksi penggunaannya. Sedangkan untuk alatnya, user memberi feedback untuk memperkecil ukuran alatnya dan dibuat agar tahan air.

Kesimpulan

Proyek alat dan aplikasi ini dikembangkan untuk menjadi solusi agar bisa merekam hasil medis dari alat oximeter konvensional yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi tanpa harus bersusah payah mencatat secara manual. Proyek ini masih dapat dikembangan untuk disempurnakan sehingga dapat mengatasi permasalah yang ada pada user seperti menambah fitur pada aplikasi bedasarkan feedback user ataupun menyempurnakan alatnya agar lebih nyaman digunakan.

Built With

  • figma
  • miro
Share this project:

Updates