Problem Statements

Dalam beberapa tatanan budaya masyarakat Indonesia, terdapat realitas perempuan berada pada posisi kedua. Kondisi ini menjadi bagian dari hidup perempuan dan laki-laki yang disosialisasikan secara turun-temurun, bahkan sampai saat ini perempuan masih menjadi kaum marginal. Ketergantungan perempuan terhadap laki-laki dalam beberapa hal menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya ketidaksetaraan juga yang akhirnya membatasi wanita untuk melakukan sesuatu. Bahkan hal kecil yang sebenarnya bisa ia selesaikan, terkadang wanita masih meminta bantuan laki-laki. Hal ini memperlihatkan bahwa kemampuan wanita masih dibatasi oleh budaya-budaya seperti diatas dan tertanam bahwa mereka bergantung dengan pengetahuan serta kemampuan dari laki-laki.

How It Work

Aplikasi Teknisis berusaha memberikan bantuan kepada wanita dimulai dari hal yang paling sederhana, seperti memperbaiki dan cara menggunakan alat-alat dapur, elektronik dan penggunaan teknologi. Dengan adanya aplikasi ini, perempuan tidak perlu takut lagi mengambil resiko dan meminta bantuan orang lain seperti yang dikutip dalam Seminar Hackaton 2015 bahwa wanita masih terlalu takut mengambil resiko. Aplikasi ini akan mengenalkan alat-alat yang akan digunakan beserta gambar dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki/menggunakan sesuatu. Salah satu contoh adalah memasang Regulator, tidak sedikit yang tidak dapat memasang dan melepas bentuk teknologi ini. Namun, dengan adanya aplikasi Teknisist, wanita tidak perlu bingung dan meminta bantuan orang lain lagi. Fitur dari aplikasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Menampilan cara
  2. Search

Built With

Share this project:

Updates