Inspiration
What it does
How we built it
Challenges we ran into
Accomplishments that we're proud of
What we learned
What's next for Smart store
Warbugk lahir dari sebuah kedai kecil kebab di Pasuruan. Inspirasi utamanya sederhana: bagaimana teknologi bisa bikin UMKM terasa seperti brand besar tanpa kehilangan sentuhan manusiawi. Di era banyak orang sibuk bikin prompt, Warbugk justru fokus bikin AI yang lebih manusiawi—yang bisa menyapa pelanggan dengan hangat, bantu kasir dengan gesit, dan tetap punya jiwa lokal.
Apa yang Kami Bangun
Kami membuat sistem Smart Store Warbugk, yaitu integrasi AI + IoT yang mampu:
Membedakan karyawan dan pelanggan lewat kamera sensor.
Menyapa tamu dengan sapaan khas Warbugk: ramah, kocak, dan personal.
Mengelola kasir: dari bikin nota, melacak inventory, sampai bikin laporan harian, mingguan, bulanan otomatis.
Beradaptasi dengan konteks: bisa mode santai ala kedai, bisa juga formal ala kantor.
Tantangan
Membuat AI terasa natural, tidak kaku seperti robot.
Menggabungkan banyak perangkat (kamera, speaker, mic, sistem kasir) jadi satu ekosistem.
Membuktikan bahwa UMKM bisa ikut arena hackathon dan membawa ide yang relevan secara global.
Apa yang Kami Pelajari
Teknologi bukan soal mahal atau mewah, tapi soal tepat guna.
AI bisa jadi lebih dari sekadar chatbot—ia bisa jadi pelayan, kasir, manajer, bahkan brand ambassador.
Ide kecil dari warung pinggir jalan bisa jadi inspirasi internasional.
Kesimpulan
Warbugk membuktikan bahwa AI tidak harus kaku dan dingin. Dengan sentuhan manusiawi, AI bisa jadi sahabat pelanggan sekaligus tulang punggung operasional. Inilah visi kami: “AI yang hidup, ngerespons, dan bikin UMKM naik kelas.”
Built With
- bahasa-&-framework:-python
- ezviz-cctv)-database:-firebase-/-mongodb-cloud-&-integrasi:-google-cloud
- gemini-api-iot-&-hardware:-kamera-sensor
- javascript-(node.js
- react)-ai-&-nlp:-openai-gpt-5-api
- rest-api
- smart-speaker-(google-home
- webhook-desain-&-ui:-figma
- wiz-bulb
Log in or sign up for Devpost to join the conversation.