Inspiration

Wisata atau rekreasi sekarang ini sudah menjadi hal yang wajib bagi setiap insan, karena berwisata atau rekreasi menjadi salah satu sarana untuk melepaskan / melupakan sejenak aktivitas sehari-hari. Berdasarkan publikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2014, jumlah kunjungan wisatan mancanegara adalah 9 juta dan wisatawan nusantara adalah 250 juta, sedangkan untuk tahun 2019 Kementrian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta dan wisatawan nusantara sebanyak 275 juta. Ada banyak faktor yang mempengaruhi minat wisatawan / pelancong untuk datang dan memilih berwisata atau rekreasi di suatu tempat, dimana salah satunya adalah ketersedian sarana dan prasarana. Banyuwangi adalah salah satu daerah yang kaya akan pariwisatanya. Pariwasata yang bagus juga memerlukan sarana dan prasarana yang memadai dan bagus. Kami menawarkan sebuah homestay yang unik dan berbasis teknologi sehingganya lebih dapat meningkatkan pariwisata banyuwangi. Salah satu bagian terpenting dari ketersedian sarana dan prasarana ini adalah tempat tinggal sementara (persinggahan). Ada banyak jenis tempat yang dapat dijadikan tempat persinggahan oleh wisatawan / pelancong, mulai dari hotel, sampai dengan rumah-rumah penduduk. Biasanya pada suatu daerah baik itu merupakan tempat wisata favorit ataupun tidak, banyak dijumpai rumah-rumah kosong yang tidak dihuni. Mungkin saja itu merupakan rumah penduduk yang sudah pindah atau hanya rumah kedua bagi sebagian orang. Sehingga rumah-rumah tersebut tidak memberikan manfaat apa-apa baik bagi pemilik itu sendiri maupun ke pariwisata di daerah tersebut. Akhirnya rumah tersebut hanya menjadi rumah tidak berpenghuni dan juga tidak terawat. Kemudian permasalahan selanjutnya yaitu manusia mulai kerepotan dalam menyimpan kunci yang jumlahnya banyak dan kecil

What it does

Singgah merupakan platform karya anak bangsa pertama di Indonesia dengan konsep smart homestay berbasi Internet of thng dan QR code. Solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebuat platform pintar bernama “SINGGAH”. SINGGAH merupakan sebuah platform smart homestay, Dimana pengguna dapat melakukan pemesanan dan penyewaan tempat tinggal memanfaatkan rumah-rumah yang awalnya tidak dihuni dengan sistem QR code dan Internet of Thing (IoT). Berbeda dengan platform penyewaan lainnya. Singgah menggunakan sistem QR code sebagai kunci untuk akses ke homestay yang dipesan,sehingga proses transaksi penyewaan tempat tinggal lebih mudah, cepat dan juga tidak perlu kedua belah pihak bertemu langsung. Pemesan juga tidak perlu repot lagi membawa kunci dan hal ini akan memberikan new experience ke pengguna. Pada bagian dalam homestay terdapat smart furniture dan terdapat juga sistem smart home. Kedua sistem ini dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan ketika menggunakan jasa layanan SINGGAH. Ada 3 kelebihan utama aplikasi singgah

  1. Penyewaan Tanpa Kunci
  2. Smart Furniture
  3. Smart Homestay

How we built it

Kami memadukan berbagai teknologi masa kini untuk menciptakan smart homestay ini. berikut teknologi yang kami gunakan

  1. Aplikasi smartphone
  2. Qr Code
  3. IoT (Sensor dan Mikrokontroller)
  4. Kecerdasan Buatan
  5. Google Map API
  6. serta API lainnya

Challenges we ran into

Tantangan yang Singgah akan hadapi adalah berhubungan dengan:

  1. Pembayaran : Sampai sekarang ini sistem pembayaran yang mungkin untuk dilakukan adalah sistem pembayaran langsung melalui bank dengan sistem transfer. Sistem pembayaran ini bisa dibilang masih kurang efektif.
  2. Pendanaan : Untuk mewujudkan SINGGAH ini membutuhkan biaya awal yang lumayan besar. Diantaranya dana tersebut digunakan untuk research dan pembuatan device, survey awal guna pendataan data rumah-rumah yang bisa diajak kerjasama dan menjadikan setiap rumah-rumah mitra SINGGAH standar smart home.
  3. Regulasi : Sulitnya mengajak perumahan-perumahan dan semacamnya untuk menjalin kerjasama karena kendala regulasi yang masih belum jelas.

Accomplishments that we're proud of

Dengan memanfaatkan sistem yang kami tawarkan, maka tidak akan ada lagi rumah-rumah yang tidak dihuni atau memberikan manfaat positif, baik itu untuk pemiliki rumah tersebut ataupun bagi wisatawan / pelancong yang dapat menikmati wisata / rekreasi mereka di suatu daerah dengan rasa tempat tinggal seperti rumah mereka sendiri. Sehingga ini juga akan berdampak positif untuk daerah-daerah wisata karena secara tidak langsung akan memberikan peningkatan minat wisata ke daerah wisata tersebut karena bagusnya ketersedian sarana dan prasarananya.Ada dua hal penting

  1. Kemudahan dalam penyewaan, simple dan tidak ribet
  2. Pemanfaatan gedung atau rumah kosong untuk menjadi nilai ekonomis

What we learned

Berdasarkan data yang kami kumpulkan zaman ini manusia ingin sesuatu yang lebih canggih dan praktis. Salah satu contohnya mereka merasa malas ketika membawa kunci kemana-mana. Apalagi ketika mereka berwisata, mereka ingin segalanya canggih dan praktis tanpa mengganggu liburan. Bayangkan ketika kunci hotel yang kita pesan ketinggalan atau bahkan hilang. Singgah adalah solusi praktisnya . Pesan penginapan tanpa kunci. Platform SINGGAH sangat mudah di akses dan digunakan. Pertama pengguna menginstall aplikasi SINGGAHatau mengakses melalui website. Sebelum masuk ke halaman customer, pengguna harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Setelah mendaftar pengguna dapat langsung memesan homestay atau penginapan. Kemudian lakukan pemesanan dan bayar melalui bank atau metode pembayaran lainnya. Selesaikan pembayaran dan dapatkan QR Code untuk mengakses tempat yang disewa. Di lokasi customer cukup menunjukkan QR code akses ke pintu(pintu akan ada layar scannar). Ketika pintu penginapan terbuka anda dapat menikmati kemudahan penginapan dengan sistem Smart Home dan Smart Furniture

What's next for Singgah(Smart Local Homestay berbasis IoT dan QR Code)

Sinngah berfokus pada pariwisata lokal dan dari unit terkecil salah satunya pariwisata di banyuwangi. Kami bertekad untuk mengenalkan dan memaksimalkan setiap fitur yang ada. Kami juga bertekad menciptakan suatu ekosistem yang ekonomis tapi dengan merangkul masyrakat untuk membantu masyarakat Indonesia.

Share this project:
×

Updates