Background
14,21 persen luas lahan Banyuwangi merupakan wilayah perkebunan. Apabila dikalkulasikan, perkebunan Banyuwangi seluas 82.143,63 Hektar (sumber). Potensi ini sangat besar apabila dapat dimanfaatkan dengan baik. Namun, sejauh ini sektor pariwisata di Banyuwangi belum menjangkau sektor agrowisata sebagai potensi utama. Wisatawan yang datang ke banyuwangi hanya mengenal setidaknya Kawah Ijen, Pantai Plengkung, Teluk Hijau dan Pulau Merah sebagai destinasi utama sumber neliti.com . Keterbatasan informasi mengenai potensi agrowisita yang ada di Banyuwangi menyebabkan wisatawan tidak tahu tentang wisata tersebut. Masalah lain yang muncul adalah para pemilik perkebunan (perseroan atau perorangan) enggan untuk mengkomersilkan lahan yang mereka miliki untuk dijadikan destinasi wisata. Alasan terbesar adalah tidak ada resources berupa dana sebagai modal pengelolaan lahan tersebut. Pemerintah kabupaten Banyuwangi telah menggaungkan untuk membuka lahan-lahan perkebunan menjadi agrowisata. Beberapa diantaranya adalah destinasi petik buah naga dan jeruk Dari sinilah ide kita bermula bahwa harus ada upaya untuk memberikan informasi kepada wisatawan mengenai destinasi agrowisata di Banyuwangi dan sebuah platform untuk mengembangkan agrowisata di Banyuwangi melalui kemitraan.
Bagaimana SeeKebun bekerja
SeeKebun merupakan platform berbasis web yang dikembangkan untuk menghubungkan pemilik lahan perkebunan dengan para wisatawan yang menginginkan pengalaman berwisata baru di Banyuwangi. SeeKebun menyediakan informasi mengenai lahan yang dapat wisatawan kunjungi, informasi ini didapatkan melalui para pemilik/pengelola perkebunan yang mengunggah post pada website SeeKebun. Kami memberikan kebebasan pada siapapun untuk mendaftar menjadi pemilik/pengelola kebun, namun SeeKebun tetap akan memvalidasi keberadaan kebun dengan mensyaratkan post yang akan diunggah harus menyertakan foto/gambar kebun agrowisata. Maka dari itu, wisatawan dapat menerima informasi detail mengenai destinasi tersebut. Untuk pemilik kebun yang membutuhkan dana pengembangan, SeeKebun menyediakan fitur cari mitra pengembangan. Fitur ini dapat digunakan dengan cara memposting kondisi perkebunan saat ini dan detail rencana pengembangan beserta estimasi dana yang dibutuhkan. Mitra dapat diperoleh dari siapapun yang mengakses SeeKebun dan mendaftar sebagai mitra.
Bagaimana kami membangunnya
Kami membangun platform SeeKebun dengan framework Laravel pada backend developer dan framework Bootstrap pada frontend developer.
Tantangan kedepan
Tantangan yang akan dihadapi kedepan adalah infrastruktur teknologi informasi di perdesaan Banyuwangi yang belum merata. Hal ini akan berdampak pada akses user sebagai pengelola kebun yang akan mengakses website SeeKebun. Tantangan lainnya adalah literasi pemilik perkebunan yang bisa jadi belum tergolong digital native.
Rencana jangka panjang SeeKebun
Kedepan SeeKebun akan menawarkan online-ticketing untuk agrowisata. Pengembangan daerah juga tidak terbatas di Banyuwangi melainkan akan ke daerah lain di Indonesia.


Log in or sign up for Devpost to join the conversation.