Inspiration

Tim kami memiliki pengalaman magang bersama sebagai programmer di sebuah kantor travel umrah. Dari situ kami tahu betul bagaimana sistem di sisi bisnisnya bekerja, tapi tidak tahu apa yang sebenarnya dialami jamaah di lapangan. Untuk memastikan solusi kami berangkat dari masalah nyata, kami melakukan riset langsung saat salah satu keberangkatan jamaah, 30 September 2026 dengan bantuan rekan yang masih bertugas di sana, kami mengumpulkan observasi dan obrolan singkat dengan tour leader, jamaah, dan keluarga pengantar di bandara.

Dari situ muncul pola yang mengejutkan: kebingungan terbesar jamaah terjadi di titik transisi seperti saat keluar imigrasi, dan kecemasan terbesar keluarga adalah rasa takut jamaah tersasar. Yang lebih penting, kami sadar bahwa selama ini seluruh informasi dan rasa aman jamaah bertumpu pada satu orang saja: tour leader. Kalau orang itu sibuk atau tidak tersedia, tidak ada cadangan sistem apa pun. Dari situlah Safarku lahir bukan dari asumsi, tapi dari apa yang benar-benar kami lihat dan dengar di lapangan.

What it does

Safarku adalah platform web yang membantu jamaah umrah dan keluarga mereka tetap merasa aman dan terinformasi selama perjalanan, lewat tiga fitur inti:

  • Live Journey Status, tour leader memperbarui status perjalanan jamaah per checkpoint (check-in, lewat imigrasi, ruang tunggu, naik pesawat), yang bisa dipantau jamaah maupun keluarga di rumah secara real-time.
  • Info Perjalanan Terpusat, jadwal harian dan info hotel ditampilkan dalam bahasa sederhana dan tampilan ramah lansia, sehingga jamaah tidak perlu terus bertanya ke tour leader.
  • Tombol Bantuan, jamaah yang mengalami kendala (terpisah rombongan, masalah dokumen, butuh bantuan medis) bisa meminta bantuan dengan satu tombol besar; permintaan dengan kategori mendesak otomatis diprioritaskan di dashboard admin.

Intinya, Safarku memindahkan beban informasi dan rasa aman dari satu individu menjadi sebuah sistem yang bisa diandalkan semua pihak.

How we built it

Kami memulai dari riset lapangan, lalu menyusun PRD dan design system lebih dulu sebelum menyentuh kode, supaya seluruh keputusan fitur bisa dikaitkan langsung ke temuan riset, bukan tebakan. Untuk antarmuka, kami sengaja menaikkan standar ukuran teks dan elemen interaktif dari kebiasaan umum, karena target pengguna utama kami adalah jamaah lanjut usia.

Dari sisi teknis, kami membangun Safarku dengan Next.js (frontend sekaligus API routes), MySQL yang di-hosting di TiDB Cloud, Tailwind CSS untuk styling, dan SweetAlert untuk notifikasi aksi penting. Status dan permintaan bantuan diperbarui secara berkala lewat polling, bukan websocket penuh, karena lebih realistis dibangun dalam waktu terbatas namun tetap terasa real-time saat digunakan. Produk akhirnya di-deploy ke Vercel dengan domain aktif.

Challenges we ran into

Tantangan terbesar kami adalah waktu riset yang sangat sempit kami hanya punya satu kesempatan riset lapangan, lewat satu rekan yang kebetulan bertugas di hari keberangkatan, sehingga data yang terkumpul terbatas. Kami mengatasinya dengan menyiapkan panduan observasi dan pertanyaan yang sangat terarah sebelumnya, agar setiap menit riset yang terbatas itu tetap menghasilkan temuan yang bisa ditindaklanjuti.

Tantangan lain adalah menyeimbangkan kesederhanaan antarmuka dengan fungsi real-time. Karena pengguna utama adalah lansia, kami tidak bisa memakai pola UI modern yang kompleks, tapi tetap harus terasa "hidup" saat status berubah. Kami juga sempat menghadapi kendala teknis saat proses deploy, terutama soal koneksi SSL antara Vercel dan database TiDB Cloud serta konfigurasi DNS untuk subdomain custom.

Accomplishments that we're proud of

Kami bangga karena Safarku bukan sekadar ide di atas kertas seluruh tiga fitur inti berjalan end-to-end dan bisa didemokan langsung, bukan hanya mockup statis. Kami juga bangga karena setiap keputusan fitur bisa kami jelaskan dengan merujuk langsung ke temuan riset nyata, bukan asumsi, termasuk keputusan kecil seperti sistem prioritas otomatis pada tombol bantuan.

What we learned

Kami belajar bahwa riset lapangan sekecil apa pun, kalau dilakukan dengan pertanyaan yang tepat, bisa mengubah total arah sebuah solusi awalnya kami menduga masalah utama soal kesehatan jamaah, ternyata justru soal kebingungan informasi dan ketergantungan pada satu individu. Kami juga belajar banyak soal merancang antarmuka untuk pengguna lanjut usia, serta pengalaman praktis men-deploy aplikasi full-stack dengan database eksternal dalam tenggat waktu yang sangat ketat.

What's next for Safarku

Untuk pengembangan jangka pendek, kami ingin menambahkan notifikasi otomatis ke WhatsApp keluarga. Dalam jangka menengah, kami berencana menambahkan dukungan multi-bahasa dan mode aksesibilitas suara untuk jamaah dengan keterbatasan penglihatan. Dalam jangka panjang, kami bercita-cita menjajaki kolaborasi dengan Kementerian Agama atau asosiasi travel umrah untuk mendorong standar pendampingan digital bagi jamaah lansia secara nasional, serta memperluas Safarku ke konteks perjalanan ibadah haji yang memiliki pola masalah serupa.

Built With

  • css
  • mysql
  • nextjs
  • sweetalert
  • tidb-cloud
  • vercel
Share this project:

Updates

Submission history