Inspiration Di Indonesia, informasi aksesibilitas hampir selalu tidak ada di tempat yang dibutuhkan. Pengguna kursi roda atau penyandang disabilitas netra biasanya baru tahu sebuah tempat tidak punya ramp atau toilet aksesibel setelah tiba di lokasi. Di saat yang sama, komunitas disabilitas tersebar di banyak grup dan media sosial, sementara orang yang ingin membantu tidak tahu harus mulai dari mana. Rangkul lahir dari pertanyaan sederhana: bagaimana kalau satu platform bisa membuat orang tahu medan, menemukan komunitasnya, dan mengambil aksi — tanpa harus menebak-nebak? What it does Rangkul menyatukan tiga hal dalam satu alur. Jelajahi adalah direktori tempat aksesibel dari kontribusi pengguna, di mana setiap postingan mewakili satu lokasi lengkap dengan foto, rating pemosting, cerita pengalaman, daftar fasilitas nyata, dan navigasi live dari posisi GPS ke titik tujuan beserta petunjuk arah dan panduan suara. Komunitas adalah direktori komunitas disabilitas dan inklusif yang sudah terverifikasi dan bisa dicari berdasarkan wilayah serta fokus kegiatan. Volunteer mempertemukan orang yang ingin membantu dengan penyelenggara yang membutuhkan, mulai dari pendaftaran peserta, konfirmasi, notifikasi perubahan kegiatan, sampai pengelolaan data peserta. How we built it Kami membangun Rangkul sebagai aplikasi web full-stack dengan server sebagai sumber kebenaran: semua validasi dan otorisasi berjalan di server, role dibaca dari database, dan setiap input diperiksa ulang. Data tempat dikumpulkan lewat form bertahap, disimpan bersama foto dan titik peta, lalu diperiksa moderasi AI sebelum tayang. Peta menampilkan rute dari posisi pengguna ke lokasi tujuan, dan antarmuka kami rancang mengikuti prinsip aksesibilitas sejak awal — kontras teruji, navigasi keyboard, label jelas, dan peta yang selalu punya alternatif teks. Challenges we ran into Tantangan terbesar justru hal yang terlihat sepele: garis rute sering meleset. Ujung rute mengikuti jalan terdekat, bukan marker, dan garis masih ditarik dari posisi lama saat pengguna bergerak. Kami memperbaikinya berulang kali, lalu mengukurnya langsung di browser dengan posisi GPS simulasi sampai garis benar-benar menempel di kedua ujungnya. Tantangan lain adalah menjaga aksesibilitas tetap konsisten di semua layar sambil tampilannya tetap hangat dan manusiawi, serta merancang moderasi yang aman secara default: lebih baik menahan konten dan menunggu admin daripada meloloskan yang bermasalah. Accomplishments that we're proud of Kami bangga bisa menyatukan informasi, komunitas, dan aksi menjadi satu pengalaman yang utuh, bukan tiga produk terpisah. Navigasi live-nya benar-benar bisa dipakai tanpa titik awal manual, dan moderasi AI yang selalu menahan konten saat ragu membuat kami nyaman membuka platform untuk kontribusi publik. Yang paling kami banggakan: antarmuka ini kami rancang agar layak dipakai penyandang disabilitas, bukan sebagai tambahan di akhir. What we learned Kami belajar bahwa aksesibilitas bukan lapisan akhir, melainkan keputusan paling awal — warna, ukuran teks, cara menyusun form, bahkan cara menjelaskan peta tanpa gambar. Kami juga belajar bahwa detail yang spesifik lebih berguna daripada rating umum, dan bahwa moderasi AI bukan tombol ajaib: ia butuh batas input yang jelas, keluaran yang ketat, dan selalu ada manusia di ujungnya. What's next for Rangkul Langkah berikutnya adalah menyempurnakan Rangkul bersama pengguna nyata dan perwakilan komunitas disabilitas, memperluas data tempat dan komunitas, menambahkan pelaporan konten serta pembatasan penyalahgunaan, dan menyiapkan infrastruktur peta yang layak produksi. Ke depan kami ingin memperkaya detail medan seperti kondisi trotoar dan akses pintu masuk, memperkuat verifikasi informasi lewat kolaborasi dengan komunitas, dan menambahkan notifikasi di luar aplikasi agar peserta tidak melewatkan perubahan kegiatan.
Built With
- nextjs
- postgre
- react
- typescript
Log in or sign up for Devpost to join the conversation.