Latar Belakang

Sexual harassment merupakan segala macam bentuk tindakan baik verbal atau fisik yang mengacu pada makna seksual yang dilakukan baik secara eksplisit maupun implisit serta berpengaruh terhadap diri maupun mental seseorang. Tindak kejahatan sexual harassment ini masih sering terjadi di zaman modern seperti ini, hal tersebut biasanya dialami oleh laki-laki maupun perempuan tanpa memandang umur. Indonesia menjadi negara di Asia Tenggara yang mendapatkan peringkat kedua sebagai negara yang paling tidak aman untuk perempuan, hal tersebut dibuktikan dengan adanya hasil penelitian dari ValueChampion.

Akibat dari maraknya kejadian tindak kejahatan sexual harassment yang terjadi di Indonesia membuat kami termotivasi untuk membuat aplikasi yang diberi nama “Get Safe”, sebuah aplikasi yang bisa membantu setiap orang untuk dapat mencegah terjadinya perbuatan tindak kejahatan sexual harassment kepada dirinya sendiri maupun orang lain.

Metode Pencapaian Tujuan

Dalam mencapai tujuan yang kami inginkan, kami menggunakan tahapan-tahapan metode design sebagai langkah dalam membantu menyelesaikan masalah yang ada. Tahapan-tahapan tersebut antara lain:

  • Empathize

Pada tahap ini kami mencari tahu konteks serta motivasi pengguna. Termasuk mencari tahu perjalanan dan kesulitan yang dialami dengan mencoba mencari tahu, menanyakan atau menginterview orang-orang yang memiliki masalah yang sama lalu mengamati hasil dari interview tersebut.

  • Define

Setelah selesai dengan tahap empathize, kami lanjut ke tahap define. Di sini kami menganalisis serta mensintesis data dari penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya pada tahap empathize sehingga terbentuk sebuah problem statement.

  • Ideate

Setelah selesai menganalisis dan berhasil mendapatkan problem statement, kami masuk ke tahap ideate untuk mencari ide sebanyak mungkin yang sekiranya dapat membantu menyelesaikan problem statement yang ada, lalu memilih satu ide yang dirasa paling sesuai.

  • Prototype

Pada tahap ini kami menuangkan ide yang sudah kami putuskan sebelumnya ke dalam bentuk prototype atau fisik. Tujuan nya untuk menyampaikan ide dari solusi kita.

  • Test

Tahapan terakhir yaitu Test. Di sini kami menguji prototype yang sudah kami buat untuk melihat hasil dari ide yang kami buat mampu menyelesaikan masalah atau tidak kepada orang-orang diluar tim kami. Tujuan nya untuk mendapatkan feedback dari orang-orang sekitar terkait ide kami sehingga bisa mendapatkan masukan seperti kritik dan saran yang bisa membantu kamu untuk mencapai hasil yang memuaskan.

Target Pengguna

Kami menargetkan aplikasi kami kepada para perempuan di Indonesia, dengan umur diatas 15 tahun ke atas yang sudah mulai bepergian keluar rumah tanpa adanya pendamping sehingga memerlukan aplikasi yang bisa membantu menjamin keselamatan dari tindak kejahatan seperti sexual harassment.

Batasan Produk

Batasan aplikasi kami yaitu kami hanya berfokus pada topik sexual harassment yang didalamnya mencakup statistika, report, consultation, education, forum, alarm, get help, news, shop.

Platform Yang Digunakan

  • Aplikasi: Mobile devices android & iOS
  • Design thinking: Figma, Miro, WhatsApp, Google Meet.

Skenario Penggunaan Rancangan Produk

Kita ambil salah satu contoh skenario yang berhubungan dengan sexual harassment dengan tokoh yang bernama Lathisa. Lathisa merupakan seorang perempuan yang baru beranjak remaja yang belakangan ini merasa takut untuk pergi keluar karena melihat berita-berita di sosial media mengenai sexual harassment sedang marak terjadi. Lathisa tidak begitu paham mengenai sexual harassment awalnya, beruntungnya di sosial media terdapat info untuk bisa mencegah kejahatan ini bisa terjadi salah satu hal yang direkomendasikan orang-orang yaitu aplikasi bernama Get Safe. Lathisa segera mendownload untuk bisa mengetahui seberapa penting nya aplikasi ini. Ternyata di aplikasi ini ia bisa mendapatkan berita dan edukasi mengenai sexual harassment, selain itu ternyata Lathisa bisa membeli barang-barang yang bisa membantu diri nya untuk berlindung dari tindakan sexual harassment. Selain itu ada menu konsultasi dan juga forum yang bisa menjadi tempat untuk ia bertanya maupun berbagi cerita.

Kini Lathisa tidak lagi memiliki ketakutan yang besar untuk pergi keluar, karena ia mempunyai aplikasi Get Safe yang bisa menolong nya dengan adanya fitur alarm dan juga report untuk bisa meminta pertolongan dan melaporkan tindakan sexual harassment ketika sedang terjadi kepada dirinya maupun orang disekitarnya.

Metode dan Hasil User Testing

Ada beberapa tahapan yang kami gunakan untuk membantu melancarkan serta mendapatkan hasil user testing, diantaranya yaitu:

  • Menyiapkan prototype yang sudah jadi sebelum melakukan testing.
  • Membuat daftar kegiatan selama melakukan testing. Daftar kegiatan nya antara lain; menjelaskan maksud dan tujuan dari dilakukan nya testing, menjelaskan latar belakang dibuat produk, memberikan kesempatan kepada calon user untuk mencoba aplikasi yang telah kami buat, dan pemberian feedback dari calon user.
  • Menentukan calon user untuk diajak melakukan testing terhadap aplikasi yang telah kami buat.
  • Melakukan testing dengan menjalankan daftar kegiatan yang telah kami buat.
  • Mencatat feedback dari user testing. Dari feedback tersebut kami mendapatkan beberapa poin yaitu visualisasi fitur shop harus diperbaiki lagi, menyediakan fitur katalog pada laman shopping, mengubah desain serta warna tombol alarm dan report agar berbeda.

Kesimpulan

Sexual harassment merupakan sebuah tindak kejahatan yang harus dihilangkan dari kehidupan ini, yang miris nya masih sulit diatasi hingga kini. Oleh karena itu, kami menciptakan sebuah inovasi baru berupa aplikasi yang bisa membantu mencegah terjadi nya tindak kejahatan sexual harassment. Aplikasi ini kami beri nama "Get Safe".

Kelompok 6

  1. Afraayin Faiq Nabiil (1202200317)
  2. M. Haikal Andriansyah Putra (1202204237)
  3. Resti Pradita Utami (1202204242)
  4. Shafa Dafia Arsy (1202204369)

Built With

  • figma
  • miro
Share this project:

Updates