-
Multi Sensor Switch (boks tertutup)
-
Digital Phantom Blade (alat yang digunakan untuk ethical hacking yang dikontrol melalui smartphone)
-
Multi Sensor Switch (semua komponen yang ada di dalam boks; menggunakan Raspberry Pi sebagai otak utama)
-
Multi Sensor Switch (bagian modul power adapter dan relay di bawah colokan listrik)
-
Portable Cluster Server menggunakan tas ransel dan dua unit baterai kering sebagai powersuply
-
Portable Cluster Server menggunakan 8 unit Raspberry Pi dan hub 8 ports
-
Penempatan Raspberry Pi dalam tas ransel Portable Cluster Server
Inspiration (Inspirasi)
Arno Dorian dalam film "Assassins Creed Unity" memiliki senjata Phantom Blade. Arno Dorian menggunakan senjata ini untuk membasmi para bangsawan yang bertindak semena-mena terhadap rakyat nya.

Kami tim CIKUR ("secure") bergelut dalam dunia IT Security; sehingga sangat peduli dengan keamanan informasi. Kami bergembira melihat perkembangan minat masyarakat Indonesia untuk mengembangkan alat dan sistem Internet of Things; akan tetapi kami sedih, sisi security sedikit sekali yang peduli akan sisi IT Security ini. Untuk itulah kami ingin mengajak teman-teman penggiat IoT untuk mulai memperhatikan dan mengamankan celah keamanan yang ada.
Dengan membuat Digital Phantom Blade ini, dan menunjukkan celah keamanan yang ada di salah satu platform IoT buatan Indonesia, dengan ditemani alat Multi Sensor Switch sebagai target ujicoba dan sebuah Portable Cluster Server bertenaga 8 Raspberry Pi yang siap membantu memproses ethical hacking.
What it does
Digital Phantom Blade mengerjakan teknik ethical hacking dan multikontrol sensor / elektronika`
How we built it
Kami mengembangkan Digital Phantom Blade menggunakan Raspberry Pi sebagai otak utama, dilengkapi dengan modul untuk komunikasi nirkabel: Wireless Adapter dual channel (2.4 GHz dan 5 GHz), Bluetooth Low Energy 4.0 dan InfraRed transmitter. Untuk processing berat kami membuat Portable Cluster Server yang menggunakan Raspberry Pi sebanyak delapan unit dan dilengkapi dengan hub/switch 8 ports, dua batere kering 12 V dan keseluruhan unit ini dikemas dalam tas ransel. Untuk target ujicoba kami membuat perangkat IoT (Internet of Things) Multi Sensor Switch yang menggunakan juga Raspberry Pi
Challenges we ran into
Tantangan utama dalam membuat Digital Phantom Blade adalah sisi hukum atau legalitas. Jadi Digital Phantom Blade hanya boleh digunakan untuk tugas-tugas resmi terkait ethical hacking (ada ijin kerja secara tertulis dari institusi / perusahaan). Selain itu, pengetahuan dan keterampilan yang kami miliki selaku ethical hacker harus bisa lebih dari black-hat hacker; sehingga harus sering mempelajari ilmu baru dan alat bantu yang cocok untuk digunakan.
Accomplishments that we're proud of
Digital Phantom Blade merupakan ethical hacking tool. Selain itu juga alat ini terlihat menarik karena menyerupai senjata / armor dari tokoh imajinatif, cocok dengan tema Sci-Fi hackathon kali ini.
What we learned
Kami banyak mempelajari cara mudah dalam mengerjakan langkah-langkah ethical hacking n
What's next for Digital Phantom Blade
Kedepan nya Digital Phantom Blade akan diperbanyak script dan menu otomatis nya. Portable Cluster Server akan menggunakan Raspberry Pi 3 sebanyak 16 unit dan 4 baterekering.
Selain


Log in or sign up for Devpost to join the conversation.