Kenapa Taniwangi ada?

”Alhamdulillah para petani di Banyuwangi luar biasa kinerjanya. Sektor pangan Banyuwangi surplus semua, baik itu padi, jagung, maupun kedelai,” bupati Banyuwangi (Abdullah Azwar Anas) source. Data wilayah Banyuwangi menunjukkan kawasan hutan 183.396,34 ha atau sekitar 31,72%, persawahan sekitar 66.152 ha atau 11,44%, perkebunan dengan luas sekitar 82.143,63 ha atau 14,21%, permukiman dengan luas sekitar 127.454,22 ha atau 22,04% dan sisanya dipergunakan untuk jalan, ladang dan lainnya source. Menyadari data tersebut kita menyadari bahwa kab. Banyuwangi memiliki potensi alam yang luar biasa untuk diolah oleh Sumber Daya Manusia yang bermutu dan membuat masyarakat lokal menjadi lebih sejahtera dengan mengolah Sumber Daya Alam yang ada. Yang kita ketahui, para Petani berperan penting untuk menghasilkan produk pangan yang telah diolah dari sumber daya alam, seperti Padi, Jagung, Gandum dan lainnya. Sayangnya, kinerja Petani untuk menghasilkan produk pangan yang akan didistribusikan tidak seimbang dengan pendapatan mereka, adanya para tengkulak yang membuat supply chain menjadi lebih panjang sehingga harga produk menjadi naik secara signifikan dan membuat masyarakat yang mengonsumsi mengeluh dengan lonjakan harga produk. Menyadari hal itu, kami hadir memberikan ide berupa e-commerce yang akan membantu para petani mendistribusikan produk pertanian yang dihasilkan tanpa harus melalui tengkulak, serta menyediakan lapangan kerja berupa kurir yang akan mengantarkan hasil pertanian kepada customer. Dengan adanya TaniWangi sebagai e-commerce, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para petani dan dapat mengurangi lonjakan harga produk bagi masyarakat.

Bagaimana Taniwangi bekerja?

TaniWangi menggunakan platform berbasis web yang akan menghubungkan para Petani dan Masyarakat untuk saling berinteraksi dalam kegiatan jual beli bahan pangan, dan produk pertanian lainnya. TaniWangi juga menyediakan fitur berupa ekspedisi yang akan melakukan request kepada user untuk melakukan pendaftaran sebagai kurir TaniWangi dimana kurir akan mendaftarkan diri dan memasukkan nomor hp untuk dihubungkan kepada Petani dan User menggunakan aplikasi Whatsapp.

Bagaimana kami membangun TaniWangi?

Taniwangi dibangun dengan database mySql. Menggunakan framework laravel sebagai frontend, didukung dengan bootstrap untuk desain aplikasi.

Tantangan kedepan TaniWangi

Menyadari sasaran user kami yang akan didominasi oleh Petani, membutuhkan effort lebih untuk membuat petani terbiasa terhadap penggunaan TaniWangi mengigat kami menggunakan platform berbasis web.

Rencana kedepan TaniWangi

TaniWangi dapat digunakan pada platform berbasis mobile yang akan lebih memudahkan para user (Petani, Kurir, dan Masyarakat).

Share this project:

Updates