Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat saat ini telah menghadirkan beragam solusi dalam setiap lini kehidupan kita. Hal ini tidak luput dari fenomena transformasi digital yang mengubah proses yang semula berjalan secara konvensional menjadi erat dengan teknologi. Saat ini, sulit untuk memisahkan kehidupan manusia dengan teknologi. Implementasi teknologi telah terjadi di dalam berbagai industri serta kehidupan. Di kutip dari bps.go.id, Indeks Pembangunan Teknologi Informasi Komunikasi (IP-TIK) Indonesia per 2020 mencapai 5,59, dimana ia meningkat dibanding IP-TIK di tahun 2019 sebesar 5,32. Tidak hanya itu, dalam katadata.id, dikatakan bahwa berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2020, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2020 sebesar US$ 44 miliar. Selain mempermudah kehidupan manusia dari segala penjuru aspek, teknologi juga memiliki potensi ekonomi yang sangat baik.
Berbicara tentang teknologi tidak akan ada habisnya, karena teknologi akan terus mengalami perubahan dari masa ke masa. Teknologi dapat digunakan dalam hal pendidikan, pekerjaan, dan salah satunya juga dalam produktivitas. Saat ini, pandemi Covid-19 telah menuntut hampir dari kita semua untuk melakukan produktivitas di rumah. Hal ini turut berkaitan dengan pengimplementasian teknologi di rumah. Saat melakukan banyak kegiatan di rumah, permasalahan terjadi ketika masyarakat mengaku mengalami kesulitan saat segala sesuatunya di lakukan secara manual. Kegiatan yang dilakukan berulang-ulang secara manual menjadi kurang efektif dan efisien. Selain itu, banyak orang mencoba untuk menciptakan suasana dan lingkungan rumah yang nyaman untuk memberikan energi dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Berangkat dari permasalahan tersebut, hal itu menjadi pemicu bagi kami untuk menciptakan inovasi yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena itu lah, kami menciptakan aplikasi bernama MyHome. Melalui sistem Smart Home, kami mengharapkan bahwa masyarakat akan lebih mudah dalam mengontrol setiap elemen penting di rumah secara efektif dan efisien.
Tujuan dan Hasil yang Akan di Capai
Tujuan dan hasil yang ingin kami capai dalam pelaksanaan proyek ini adalah menyelesaikan permasalahan yang terjadi ketika masyarakat lebih dituntut untuk sering berada di rumah, dan menginginkan kemudahan dalam mengerjakan aktivitas sehari-hari serta produktivitas di rumah.
Metode Pencapaian Tujuan
Metode yang digunakan pada proyek ini adalah dengan menggunakan pendekatan design thinking. Design Thinking adalah proses berulang dimana kita berusaha memahami pengguna, menantang asumsi, dan mendefinisikan kembali masalah dalam upaya mengidentifikasi strategi dan solusi alternatif yang mungkin tidak langsung terlihat dengan tingkat awal pemahaman kita. Pada saat yang sama, Design Thinking menyediakan pendekatan berbasis solusi untuk menyelesaikan masalah.
Design thinking sendiri memiliki beberapa tahapan, yakni sebagai berikut.
Emphatize: Tahap pertama dari proses Design Thinking adalah untuk mendapatkan pemahaman empatik tentang masalah yang dicoba untuk diselesaikan. Pada tahapan ini menggunakan pendekatan interview dan observasi untuk mendalami dan merasakan berbagai permasalahan dan keluhan yang dialami pengguna yang terbentuk dari pemikiran, emosi, motif, dan personality mereka. Interview dan observasi dilakukan dengan sampel acak pada beberapa narasumber yang memiliki ataupun tidak memiliki rumah dari berbagai kota di Indonesia.
Define: Pada tahap ini, kita mengumpulkan informasi yang telah kita dapatkan dan buat dalam tahap Empathize. Disinilah kita akan menganalisis observasi dan mensistesisnya untuk menentukan masalah inti yang telah diidentifikasi. Kita harus berusaha mengidentifikasi masalah sebagai pernyataan masalah dengan cara yang berpusat pada manusia. Temuan kami adalah, yang menjadi permasalahan utama adalah bagaimana aktivitas di rumah dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Ideate: Pada tahapan ini, dengan latar belakang yang kuat, kelompok kami mulai berusaha berpikir seluas-luasnya untuk mengidentifikasi solusi untuk pernyataan masalah yang dibuat, dan kita berusaha mencari cara alternatif untuk melihat masalah. Dalam hal ini permasalahan yang akan diangkat adalah mengenai kurangnya efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan sehari-hari dan produktivitas yang dilakukan di rumah. Maka ide bisnis yang dapat akan dipakai adalah membuat sebuah aplikasi yang dapat memberikan kemudahan dalam melakukan rutinitas sehari-hari.
Prototype: Pada tahap prototype merupakan pembuatan rancangan awal produk, hal ini untuk memastikan dan mendeteksi kesalahan sejak dini yang mungkin akan dihadapi pada saat proses membangun produk. Prototype di buat dengan dua tipe yaitu Low fidelity dan High Fidelity. Pada tahapan ini kami fokus untuk membuat solusi permasalahan sesederhana mungkin untuk mempermudah proses perbaikan.
Testing: Pada tahapan ini kami menguji produk secara lengkap menggunakan solusi terbaik yang telah diidentifikasi selama fase prototyping. Tahap ini beriterasi sejalan dengan feedback dari user yang kami jadikan bahan evaluasi saat melakukan testing untuk perbaikan. Testing dilakukan terhadap beberapa user, dimana pernyataan user akan dipetakan menjadi sebuah feedback summary grid yang nantinya akan menentukan action plan selanjutnya.
Target Pengguna
Target pengguna pada aplikasi ini adalah untuk masyarakat rentang umur 17-35 tahun ke atas yang sudah memahami penggunaan teknologi atau sudah memiliki pekerjaan stabil, serta 35+ yang merupakan pekerja mapan/pensiunan
Batasan Produk
Batasan yang difokuskan dalam proyek aplikasi MyHome yakni sebagai berikut.
- Aplikasi kami disediakan dalam platform mobile devices (IOS & Android)
- Aplikasi kami tidak menjual produk teknologi digital dan hanya menyediakan layanan untuk mengotomatisasi penggunaan produk teknologi digital tersebut.
Platform yang Digunakan
Platform yang digunakan pada proyek ini adalah:
- Design : Figma
- Diskusi : Miro, google meet, LINE app
- Testing & testing feedback : google meet, prototype figma
- Wawancara : google meet, prototype figma
Skenario Penggunaan Rancangan Produk
Rafael merupakan seorang desain interior berumur 25 tahun. Selama pandemi, Rafael menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan produktivitasnya di rumah. Rafael merupakan seseorang yang senang dengan teknologi. Ketika Rafael sedang melakukan meeting web conference di dalam kamar menggunakan laptop, ia hmerasa cahaya lampu kamarnya terlalu terang dan ia ingin mematikan lampu. Saat itu, client nya sedang melakukan presentasi dan ia tidak ingin melewatkan sedikitpun dengan harus ingin mematikan lampu dan beranjak dari kursi. Rafael mulai memikirkan bagaimana jika ia dapat mematikan lampu tersebut menggunakan aplikasi, atau bahkan mengatur pencahayaan lampu sesuai dengan yang ia butuhkan.
Metode dan Hasil User Testing
Metode pengujian aplikasi yang kelompok kami lakukan, yakni sebagai berikut.
Menentukan user yang akan melakukan testing Membuat skenario testing berdasarkan fitur prototype yang telah dirancang. Menyiapkan prototype high fidelity yang dapat testing langsung oleh user. Mencatat feedback dari user. Melakukan diskusi antar anggota serta iterasi tahapan.
Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah produk yang kami rancang dapat menyelesaikan permasalahan user. Selain itu, kami turut memastikan kemudahan dari penggunaan produk. Hasil yang kami peroleh dari testing ini berupa testing feedback yang kami petakan menjadi feedback summary grid. Setelah itu, diskusi dilakukan untuk menentukan action plan selanjutnya berupa iterasi tahapan.
Kesimpulan
Aplikasi MyHome diharapkan menjadi solusi yang dapat membantu masyarakat dalam menjalani aktivitas serta produktivitas sehari-hari mereka dengan lebih efektif dan efisien.
Built With
- design
- figma
- thinking

Log in or sign up for Devpost to join the conversation.