PROBLEM :
- Kualitas Aspirasi yang belum tersaring secara tepat
- Infrastruktur pembangunan, pendidikan dan pertanian di desa masih memiliki banyak permasalahan dikarenakan minimnya pengetahuan warga akan panduan melaporkan keluhan
- Banyaknya warga yang juga mengalami masalah penglihatan / tuna netra yang kesulitan memberikan aspirasi
- Perlajuan kesejahteraan desa yang lambat
- Kurangnya laporan tentang kondisi desa masing-masing dan profil tentang desa yang bisa diorbitkan ke dunia luar
- Kesulitan untuk mendapat follow up aspirasi
SOLUTION :
- Sistem berbasis web dengan teknologi Voice Recognition untuk mengenali jenis masyarakat tuna netra atau bukan
- Posting / lapor keluhan berdasar 3 kategori utama yaitu infrastruktur, pertanian atau pendidikan
- Ada sistem upvote dan downvote untuk melihat kualitas aspirasi
- Panel admin untuk melihat dashboard desa dan pemberian feedback
- Respon dengan twitter (Medsos)
- Transparansi laporan desa berbagai aspek beserta profil desa (tambahan)
- Teknologi text to speech untuk membantu penyandang tuna netra dalam navigasi
HOW IT WORKS :
- Warga mengirim aspirasi melalui dua caraa apabila tunanetra akan dipandu dengan navigasi suara dan input hasil dengan Voice Recognition. Setelah itu akan dimasukkan ke dalam daftar aspirasi yang akan di filter oleh kepala desa yang kemudian memberikan aspirasi ke BAPENAS sebelum nanti diberikan feedback kembali ke kades untuk dilakukan laporan dan pengawasan aspirasi yang ikut dipantau oleh warga lainnya.
Log in or sign up for Devpost to join the conversation.