Inspiration

Chat dimanapun dan kapanpun

LATAR BELAKANG

Perkembangan Teknologi saat ini begitu pesat terutama internet, dengan internet kita dapat mengirim pesan (message) ke orang lain dengan menggunakan layanan e-mail, tetapi kita sering mengeluh karena harus menunggu respon ataupun balasan pesan (message) dari yang kita kirim. Atas dasar itu kemudian muncul aplikasi chat messenger atau instant messenger atau yang biasa disebut chatting, yaitu suatu teknologi jaringan yang mengijinkan penggunanya mengirimkan pesan secara realtime ke pengguna lain yang tersambung dalam sebuah jaringan. Aplikasi chatting biasanya digunakan oleh banyak orang untuk memudahkan berkomunikasi, tetapi kurangnya fasilitas yang menjadi kendala dalam aplikasi chatting, contoh tidak adanya fasilitas untuk mengirimkan file, video call, berbagi lokasi, dll. Hal inilah yang mendasari kami untuk merancang dan membuat suatu sistem aplikasi chatting, yang digunakan untuk berkomunikasi secara elektronik, serta dapat mengirimkan pesan, file, video call, berbagi lokasi dan lain sebagainya.

TARGET PENGGUNA

Kami menargetkan kepada masyarakat umum, kisaran remaja hingga dewasa, masyarakat perkotaan, dan penyuka aplikasi pihak ke 3.

TUJUAN DAN HASIL YANG AKAN DICAPAI

Tujuan pembuatan dari aplikasi ini adalah untuk membuat suatu aplikasi chatting yang mudah digunakan oleh pengguna dalam berkomunikasi secara private maupun grup, memberikan informasi, dan berdiskusi mengenai setiap kegiatan yang dilakukan sehingga dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

METODE MENCAPAI TUJUAN

Dalam mengatasi masalah yang telah dipaparkan di latar belakang, kami menggunakan metode design thinking, berikut beberapa tahapan:

  1. Emphatize, pada tahap ini, kami melakukan interview kepada beberapa calon user yang telah kami tentukan. Interview yang kami lakukan secara online dikarenakan keterbatasan jarak antara kami dan user. Platform yang kami gunakan yaitu google meet, whatsapp, dan discord. Setelah melakukan interview, kami menemukan masalah bahwa banyak aplikasi chatting belum memiliki fitur yang diinginkan oleh calon pengguna dan ini merupakan salah satu aspek yang masih sulit ditangani.
  2. Define, setelah kami melakukan interview dan melakukan emphatize, kami mendefinisikan apa masalah utama yang dihadapi oleh calon user.
  3. Ideate, setelah itu, kami mulai melakukan brainstorming dalam menentukan apa solusi terbaik dalam mengatasi masalah yang telah kami didefinisikan pada tahap sebelumnya. Fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi ditentukan pada tahap ini.
  4. Prototype, tahap peng-implementasian dari masalah dan solusi yang telah didefinisikan sebelumnya dalam bentuk desain, pada tahap awal kami melakukan low-fidelity hingga high-fidelity untuk aplikasi ChatMe agar bisa dilakukan tahap selanjutnya yaitu testing kepada calon user.
  5. Test Kami melakukan testing terhadap solusi yang telah diimplementasikan pada aplikasi terhadap user. Disini kami mengetahui bagaimana user berinteraksi dengan aplikasi dan mendapatkan feedback terhadap aplikasi yang buat.

BATASAN PRODUK

Batasan aplikasi yang kami rancang ini yaitu pada bidang komunikasi yang mencakup, berbagi informasi, berkomunikasi secara privat atau grup, berdiskusi dan lain sebagainya.

PLATFORM YANG DIGUNAKAN

• Mobile device: Android • Design thinking: Gmeet, miroboard, figma, discord, whatsapp

SKENARIO PENGGUNAAN RANCANGAN PRODUK

Penggunaan rancangan produk digunakan saat pengguna ingin melakukan komunikasi, berbagi informasi, lokasi, ataupun sekedar membuat stories. Dilengkapi dengan fitur profile settings untuk mengatur profile dari masing-masing pengguna, notifikasi apabila ada panggilan dan pesan masuk.

METODE DAN HASIL USER TESTING

Pada tahap kami melakukan beberapa tahapan yaitu

  1. Menyiapkan prototype, sebelum melakukan testing kami menyiapkan prototype aplikasi agar dapat melakukan testing.
  2. Membuat skenario, kami membuat skenario untuk dilakukan saat testing dengan user nanti, kami mengimplementasikan kondisi yang mungkin terjadi ketika memakai aplikasi nanti.
  3. Menentukan calon user, sebelum melakukan testing, kami menentukan 2 calon pengguna.
  4. Melakukan uji coba, kami melakukan uji coba kepada calon user dengan memberikan prototype dan skenario yang telah kami buat.
  5. Pencatatan Feedback user, kami mendapatkan banyak feedback dari user. Berdasarkan data feedback tersebut, kami mengembangkan fitur aplikasi lebih dalam lagi seperti fitur apa yang akan sering digunakan, dan tata letak aplikasi.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang diambil dari Pembuatan Aplikasi ChatMe Berbasis Android sebagai berikut:

  1. Aplikasi ChatME berbasis Android ini dapat dijalankan pada telepon genggam (mobile phone) yang didukung Android OS dengan spesifikasi minimal OS Lolipop.
  2. Aplikasi ChatMe berbasis Android ini mampu melakukan chatting dalam grup dan chatting privat.
  3. Kecepatan dan kelancaran aplikasi tergantung pada kecepatan koneksi internet.
  4. Aplikasi ChatMe berbasis Android ini mampu melakukan panggilan audio, mengirim file, mengirim gambar, voice note dan berbagi lokasi.

Built With

  • figma
+ 13 more
Share this project:

Updates