Inspirasi
Mahasiswa dari keluarga ultra-mikro, mahasiswa generasi pertama, dan yatim piatu sering melewatkan beasiswa non-akademik dan bantuan darurat. Informasi itu beredar lewat senior, dosen, dan kenalan, jaringan yang tidak mereka punya. Sebagian dari mereka putus kuliah karena satu krisis dana mendadak, padahal bantuannya tersedia.
Temuan awal tim kami menunjukkan bahwa masalahnya bukan hanya ketersediaan bantuan, tetapi juga kesulitan mahasiswa menemukan bantuan yang benar-benar sesuai dengan kondisi mereka dan memahami persyaratan yang harus dipenuhi.
Apa yang dilakukan BeasiswaPlus
Matchmaking kebutuhan. Pengguna mengisi profil sosio-ekonomi, lalu sistem mencocokkannya dengan syarat tiap beasiswa kampus dan eksternal. Syarat non-akademik ikut dihitung, tidak hanya IPK.
Emergency Grant. Mahasiswa yang terancam putus kuliah dapat mengajukan permohonan dana darurat melalui platform. Untuk tahap MVP, alur pengajuan dan status bantuan diprototipekan tanpa mengklaim adanya sistem pembayaran atau penggalangan dana nyata.
Document Readiness Vault. Mahasiswa menyimpan berkas pendukung di satu tempat yang aman dan dapat melihat dokumen yang diperlukan untuk pengajuan.
Status fitur pada demo
Keterkaitan SDG SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan): akses ke informasi dan peluang bantuan finansial tidak semata-mata bergantung pada jaringan pribadi. SDG 16 (Institusi yang Tangguh dan Transparan): proses pengajuan dan status bantuan dapat dibuat lebih terstruktur dan dapat ditelusuri.
Cara kami membangunnya
Kami membangun aplikasi web dengan Next.js (App Router), TypeScript, dan Tailwind CSS, dengan shadcn/ui untuk komponen antarmuka. Supabase digunakan untuk autentikasi dan PostgreSQL sebagai database.
Sistem matchmaking menggunakan scoring deterministik dan explainable. Sistem terlebih dahulu memeriksa persyaratan yang bersifat wajib, kemudian menghitung skor berdasarkan kesesuaian profil pengguna dengan kriteria beasiswa seperti kondisi ekonomi, status first-generation, status yatim/piatu, IPK, program studi, dan semester. Hasilnya tidak hanya berupa skor, tetapi juga alasan seperti “pendapatan sesuai”, “first-generation”, atau “dokumen SKTM diperlukan”, sehingga pengguna dapat memahami mengapa sebuah beasiswa direkomendasikan.
Document Vault menggunakan Supabase Storage dengan akses privat dan kontrol kepemilikan berdasarkan pengguna. Data pengguna dilindungi melalui Supabase Auth dan Row Level Security (RLS) sehingga pengguna hanya dapat mengakses data yang menjadi haknya.
Untuk deployment, aplikasi akan menggunakan Vercel, sedangkan database dan layanan backend menggunakan Supabase Cloud.
Tantangan
Tiga tantangan utama yang kami hadapi selama pengembangan adalah:
Menyusun sistem matchmaking yang dapat dijelaskan. Kami tidak ingin rekomendasi hanya menghasilkan angka, sehingga logika matching perlu menghasilkan alasan yang dapat dipahami pengguna. Menjaga keamanan data sensitif. Profil pengguna dapat berisi informasi kondisi ekonomi dan dokumen pribadi, sehingga autentikasi, ownership, RLS, dan private storage perlu diperhatikan sejak tahap pengembangan. Bekerja dengan waktu pengembangan yang terbatas. Kami harus menentukan prioritas MVP dan memfokuskan pengembangan pada fitur yang paling langsung menjawab masalah, terutama profile-based matching dan explainability, daripada mencoba membangun seluruh ekosistem bantuan finansial sekaligus.
Rencana berikutnya
Setelah hackathon, kami ingin mengembangkan BeasiswaPlus dari MVP menjadi platform yang dapat diuji dengan mahasiswa secara lebih luas.
Langkah berikutnya meliputi:
Validasi dengan mahasiswa untuk mengukur apakah matching benar-benar membantu mereka menemukan peluang yang relevan. Kemitraan dengan biro kemahasiswaan dan penyedia beasiswa untuk memperoleh data peluang bantuan yang lebih aktual dan terverifikasi. Peningkatan sistem matching berdasarkan data dan feedback pengguna. Verifikasi Emergency Grant bersama institusi yang berwenang sebelum fitur tersebut digunakan untuk bantuan finansial nyata. Notifikasi peluang baru dan deadline agar mahasiswa tidak melewatkan kesempatan yang sesuai. Peningkatan keamanan dan privacy controls sebelum platform menangani data pengguna dalam skala yang lebih besar.
Built With
- nextjs
- supabase
- typescript
Log in or sign up for Devpost to join the conversation.