Concept

aircare merupakan sebuah prototype perangkat pendeteksi kondisi udara yang terdiri atas kondisi kelembaban, suhu udara, hujan, polutan (CO, asap, METAN). Perangkat ini ditenagai oleh cahaya matahari sehingga tidak memerlukan sumber listrik PLN untuk dapat beroperasi. Solar cell yang rencananya akan ditempatkan pada perangkat ini akan dapat mengikuti kemana matahari bergerak menggunakan sensor cahaya. Sistem keseluruhan direncanakan untuk menjadi bagian dari sebuah drone. Arah drone bergerak akan diatur berdasarkan data kondisi udara yang dipilih menjadi pemandu drone untuk mengejar angka yang lebih tinggi nilainya. Hal ini menyebabkan drone akan selalu bergerak ke arah tempat dimana data sensor yang diterima adalah yang tertinggi. Dengan mekanisme ini, maka diharapkan kondisi udara sesuai jenis data yang dipilih dapat dipetakan. Data hasil pembacaan sensor akan dikirimkan ke server untuk dipetakan secara visual dalam heatmap. Selain itu data juga dikirimkan ke end-user yang menggunakan smartphone untuk memberikan peringatan kondisi udara tertentu jika lokasi user memasuki proximity dari lokasi drone. Peringatan berupa visualisasi di smartphone (android), serta helmet masa depan yang dilengkapi buzzer jika menangkap data tersebut melalui smartphone.

UX Desain

Sistem aircare menyediakan fasilitas untuk setting sensitivitas sensor melalui sebuah potensiometer. Interaksi antara data dengan pengguna adalah melalui tampilan heatmap serta informasi pada smartphone android. Bagi pengguna yang menggunakan helmet masa depan, akan menerima peringatan dari buzzer ketika memasuki daerah yang nilai data sensor melebih threshold tertentu.

Engineering/Technology

aircare memiliki 5 komponen sebagai berikut:

  1. Komponen Data Acquisition:

Dibuat dari arduino board yang dilengkapi sensor-sensor DTH (suhu & kelembaban), MQ2 (metana, asap), MQ7 (CO) dan Water Sensor (Hujan). Komponen ini juga dilengkapi dengan display LED yang menampilkan jam, suhu, dan level CO serta sebuah potensio meter untuk setting sensitivitas pengukuran.

  1. Komponen power:

Terdiri dari mekanik penggerak (motor servo) yang dilengkapi solar tracking menggunakan light sensor pada sebuah arduino board. Untuk implementasinya komponen ini akan ditambah dengan solar cell untuk mengkonversi cahaya matahari menjadi tenaga listrik yang disimpan pada battery. Dengan adanya kemampuan solar tracking maka proses re-charge battery menjadi lebih optimal. Battery ini menjadi sumber tenaga komponen Data Acquisition (dan Drone)

  1. Komponen Smartcity (HeatMap)

Merupakan aplikasi back-end yang terdiri dari API untuk menerima data2 sensor yang dikirimkan oleh komponen Data Acquisition. Aplikasi ini juga dilengkapi aplikasi web yang menampilkan Heat Map sebaran data sesuai lokasi sensor. Selain itu komponen ini juga mengirimkan hasil pengolahan data berupa informasi cuaca dan polusi ke smartphone.

  1. Komponen Smartphone Android (Personal Weather Assistant)

Merupakan aplikasi berbasis android yang dapat melakukan query ke komponen smartcity untuk menanyakan jika ada peringatan cuaca/polusi yang perlu ditampilkan. Aplikasi ini mengirimkan informasi lokasi pengguna (lat,long) dan aplikasi back-end Smartcity akan mengirimkan peringatan cuaca/polusi jika ada dalam proximity user.

  1. Komponen Future Helmet

Merupakan prototype Helmet yang dilengkapi komponen arduino yang dapat terkoneksi ke smartphone pengguna melalui bluetooth. Jika terdapat peringatan polusi atau cuaca dari aplikasi Personal Weather Assistant, smartphone akan mengirimkan perintah ke komponen ini untuk membunyikan buzzer. Dalam implementasinya, komponen ini akan dapat mengatakan peringatan berbeda sesuai jenis peringatannya menggunakan komponen TTS (Text To Speech) yang belum sempat diimplementasikan dalam hackathon ini.

Share this project:

Updates