Inspiration
Banyak Gen Z Indonesia menghadapi dua masalah besar yang sering saling berkaitan: tekanan finansial dan kesehatan mental. Saat kondisi emosional sedang buruk, seseorang bisa lebih mudah melakukan pembelian impulsif. Sebaliknya, pengeluaran yang tidak terkontrol juga bisa membuat stres semakin berat. Masalahnya, kebanyakan aplikasi keuangan hanya mencatat uang, sementara aplikasi mood hanya mencatat perasaan. Belum banyak tools yang benar-benar menghubungkan keduanya secara otomatis. Dari situ kami terinspirasi untuk membuat AI Mood & Money sebuah companion berbasis AI yang membantu pengguna memahami pola antara mood harian dan pengeluaran harian mereka.
What it does
AI Mood & Money Companion adalah mobile web app yang membantu pengguna memahami hubungan antara mood dan pengeluaran mereka secara otomatis. Setiap pagi, pengguna melakukan mood check-in dengan memilih perasaan mereka hari itu. Setiap malam, AI agent akan memindai email receipt pengguna, mencatat pengeluaran, mengategorikan transaksi, lalu membuat ringkasan harian. Aplikasi ini membantu pengguna melihat:
Hari ini mereka merasa apa Hari ini mereka menghabiskan uang berapa Merchant atau kategori apa yang paling banyak muncul Apakah ada pola antara mood buruk dan pengeluaran tinggi Bagaimana mereka bisa lebih sadar terhadap emotional spending Selain itu, pengguna juga bisa chat dengan AI companion bernama Boney, yang bisa mendengarkan cerita pengguna, memberi refleksi, dan membantu mereka memahami hubungan antara kondisi emosional dan kebiasaan finansial.
Tujuan utamanya bukan untuk menghakimi pengguna, tetapi membantu mereka lebih sadar terhadap pola diri sendiri.
How we built it
Saya membangun AI Mood & Money sebagai mobile-first web app dengan pendekatan multi-agent system. Frontend dibangun menggunakan React dan Tailwind CSS agar aplikasinya ringan, responsif, dan nyaman digunakan di smartphone. Untuk backend dan database, kami menggunakan Supabase untuk menyimpan data user, mood log, expense log, chat history, daily summary, weekly report, dan agent logs. Sistem AI-nya terdiri dari beberapa agent utama:
Mood Check-In Agent Mengambil input mood harian dari pengguna dan menyimpannya ke database. Receipt Scanner Agent Terhubung ke Gmail melalui OAuth, lalu memindai email yang kemungkinan berisi receipt, invoice, struk, pembayaran, atau konfirmasi pesanan. Expense Categorizer Agent Menggunakan AI untuk membaca isi email receipt, mengekstrak nama merchant, nominal transaksi, kategori pengeluaran, dan tanggal transaksi. Daily Summary Agent Menggabungkan data mood dan pengeluaran hari itu, lalu menghasilkan ringkasan harian dengan bahasa yang hangat dan personal. Weekly Pattern Analyst Agent Menganalisis data 7 hari terakhir untuk menemukan kemungkinan pola antara mood dan pengeluaran. AI Companion Agent Menjadi teman curhat pengguna yang memahami konteks mood, pengeluaran, dan pola mingguan pengguna.
Challenges we ran into
Tantangan terbesar adalah menghubungkan dua jenis data yang sangat personal: emosi dan keuangan. Karena keduanya sensitif, kami harus memastikan produk ini terasa aman, tidak menghakimi, dan tetap menghormati privasi pengguna. Tantangan lain adalah membaca receipt dari email. Setiap platform memiliki format email yang berbeda-beda. Receipt dari Grab, Tokopedia, Shopee, GoFood, atau merchant lain tidak selalu punya struktur yang sama. Karena itu, AI perlu cukup fleksibel untuk membedakan mana email transaksi dan mana yang bukan. menghadapi tantangan dalam merancang AI companion. Karena produk ini menyentuh topik kesehatan mental, AI tidak boleh berperan sebagai psikolog atau memberikan diagnosis. AI harus bisa mendengarkan, memvalidasi perasaan, dan memberi insight secara aman. fitur yang paling penting: mood check-in, receipt scanner, analisis pola, dan companion chat.
Accomplishments that we're proud of
relevansi produk ini untuk konteks Indonesia. AI Mood & Money Companion dirancang untuk Gen Z Indonesia, dengan bahasa yang natural, behavior belanja yang lokal, dan dukungan terhadap platform seperti Grab, GoFood, Tokopedia, Shopee, dan receipt digital lainnya.
What we learned
AI menjadi jauh lebih berguna ketika punya konteks personal. Dengan menggabungkan data mood, pengeluaran, dan riwayat percakapan, AI bisa memberikan respons yang lebih relevan dibanding chatbot biasa.
What's next for AI Mood & Money Companion
Weekly report yang lebih visual dan mudah dipahami Privacy control agar pengguna bisa memilih data apa saja yang boleh diakses AI Safety flow yang lebih kuat untuk pengguna yang mengalami distress emosional berat Potensi kerja sama dengan organisasi financial wellness dan mental health di Indonesia
Built With
- claude-api
- gmail-api
- google-oauth-2.0
- next.js-api-routes
- react
- supabase-postgresql
- tailwind-css
Log in or sign up for Devpost to join the conversation.