Kami terinspirasi oleh kenyataan bahwa banyak tim masih berjuang menyatukan pemeriksaan keamanan: alat statis untuk kode, pemindaian dinamis untuk aplikasi yang hidup, dan perbaikan cepat untuk utang teknis kecil—semuanya sering berjalan terpisah dan memakan waktu. Aegis hadir sebagai pendekatan yang terminal-first: satu antarmuka perintah yang membuat pemindaian dan remediasi terasa seperti menjalankan tugas biasa di pengembangan sehari-hari, tanpa menggantikan pertimbangan manusia untuk keputusan berisiko tinggi.
Selama membangun proyek ini kami belajar bahwa orkestrasi antar modul lebih menentukan dibanding sekadar menumpuk skrip: kontrak masukan/keluaran, batas “auto” yang aman, dan laporan yang jelas sama pentingnya dengan akurasi aturan pemindaian. Kami juga melihat bahwa positif palsu bukan sekadar masalah penyetelan—ini soal bagaimana produk menjelaskan mengapa sesuatu ditandai dan memberi tingkat otomatisasi yang bertahap. Kecerdasan buatan membantu sebagai pengganda, tetapi kepercayaan pengguna tetap bertumpu pada pemeriksaan yang deterministik dan dapat diulang.
Secara teknis kami menyatukan ekosistem dalam monorepo dengan CLI aegis yang membungkus pemeriksaan bergaya SAST (SecurityCode), pelari DAST berorientasi OWASP (LocalPentest), remediasi kualitas terkendali (QA), serta bantuan konversasional (Ask). Backend Express mendukung alur SaaS opsional, sementara frontend Next.js menampilkan perjalanan pengguna; agen bergaya OpenClaw memungkinkan pemanggilan lewat bahasa alami untuk tugas berulang. Untuk menggambarkan trade-off antara kedalaman pemindaian dan waktu eksekusi, kami secara intuitif memodelkan beban kerja kasar sebagai kombinasi linear dari kompleksitas aturan dan kedalaman profil:
[ W \approx c_0 + c_1 n + c_2 d ]
di mana (n) bermakna banyaknya aturan atau cakupan pemeriksaan, (d) kedalaman pemindaian dinamis, dan konstanta (c_0,c_1,c_2) mencerminkan ukuran target serta latensi jaringan—sekadar pengingat bahwa mode “deep” punya biaya nyata bagi pengguna.
Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan kecepatan dan kelengkapan pemindaian dinamis tanpa membanjiri target atau menghasilkan noise yang melemahkan kepercayaan. Kami juga harus menjaga agar pengalaman lokal tetap ringkas—CLI yang bisa dijalankan di laptop—padahal basis kode yang sama mendukung opsi hosting. Terakhir, merancang remediasi otomatis yang membantu tanpa melakukan perubahan senyap dan berbahaya memerlukan disiplin desain dan default yang konservatif.
Harapan kami sederhana: memperpendek siklus umpan balik bagi pengembang, menghasilkan artefak yang lebih mudah diserahkan ke reviewer, dan memberi jalur pemeriksaan keamanan yang dapat diulang—sebelum insiden produksi memaksakan urgensi yang mahal.
Built With
- openclaw
Log in or sign up for Devpost to join the conversation.